r MEMBANGKITKAN SEMANGAT, Riset Harvard University mengungkapkan, sesudah berolahraga aliran darah keotak meningkat, respon otak menjadi lebih cepat 35 milidetik sehingga menstimulir produksi zat kimia yang disebut nerve growth factors yang mempercepat pensinyalan komunikasi sel-sel otak. Hasilnya akan membangkitkan semangat kita sehingga kita bisa menyelesaikan segala sesuatu yang harus dikerjakan secara lebih efisien.
r MEREDAKAN STRES, Menurut sebuah study dalam Annals of Behavioral Medicine, simptom stres seperti mudah marah dan tegang pada orang-orang yang jalan kaki 37 % lebih rendah dibanding orang-orang yang tidak jalan kaki atau melakukan olah raga berat.Karena jalan kaki meningkatkan produksi zat kimia otak yang menimbulkan rasa senang, ceria dan semangat.
r MENINGKATKAN KUALITAS
TIDUR, Sebuah study Stanford University menyatakan jalan kaki dalam jumlah secukupnya membuat kadar epinephrine sejenis hormon stres turun sampai separuhnya, hormon stres ini dapat memicu insomnia dan mengganggu pola tidur.Dengan turunnya kadar hormon ini kualitas tidur kita lebih baik dan lebih pulas.
r MENURUNKAN KADAR HORMON PENIMBUN LEMAK dan
MENURUNKAN LEMAK PERUT, Irama jalan kaki membuat otak masuk kedalam situasi dimana gelombang alpha yang menenangkan lebih dominan. Hasilnya produksi hormon stres cortisol turun sampai 40 %. Cortisol yang berlebihan mengirim sinyal ke liver untuk mengarahkan lemak kebagian perut . Penurunan kadar hormon cortisol membuat pinggang lebih ramping. Riset Tufts University di Medfort melaporkan setiap pon otot kurus membakar 30 sampai 50 kalori ekstra dalam sehari, aktivitas jalan kaki yang memberikan beban kepada tubuh seperti jalan kaki membangun otot otot kurus menurunkan lemak perut dengan meningkatkan tingkat metebolik,

